Double Track 2026

 



PELATIHAN DOUBLE TRACK 2026

Terintegrasi Life Skills & Employability Framework


I. LATAR BELAKANG

Perkembangan dunia kerja dan industri menuntut lulusan pendidikan menengah tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga keterampilan kerja yang aplikatif, kesiapan profesional, serta kemampuan berwirausaha. Namun, masih banyak peserta didik yang lulus tanpa kompetensi vokasional yang memadai sehingga sulit bersaing di pasar kerja.

Program Double Track hadir sebagai solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan formal dan kebutuhan dunia kerja dengan memberikan pelatihan keterampilan teknis dan vokasional (Technical & Vocational Skills) secara terstruktur dan berkelanjutan. Program ini menekankan prinsip Learning to Do, yaitu belajar melalui praktik langsung yang menghasilkan produk atau jasa nyata.

Agar pelatihan tidak hanya menghasilkan lulusan terampil secara teknis, program ini juga mengintegrasikan Life Skills & Employability Framework sebagaimana dikembangkan oleh UNICEF, sehingga peserta tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga siap beradaptasi, berwirausaha, dan mengembangkan karier secara berkelanjutan.


II. LANDASAN KONSEPTUAL

1. Technical & Vocational Skills (Learning to Do)

Merupakan keterampilan praktis yang memungkinkan peserta:

  • melakukan pekerjaan tertentu secara kompeten,

  • menghasilkan produk atau jasa bernilai ekonomi,

  • memenuhi standar dunia usaha dan industri.

2. Life Skills & Employability Framework

Framework ini memastikan bahwa keterampilan teknis didukung oleh:

  • sikap kerja dan etos profesional,

  • kemampuan komunikasi dan kerja tim,

  • kesiapan transisi dari sekolah ke dunia kerja atau usaha.


III. TUJUAN PROGRAM

Tujuan Umum

Meningkatkan kesiapan kerja dan kemandirian ekonomi peserta didik melalui pelatihan Technical & Vocational Skills berbasis praktik yang terintegrasi dengan Life Skills & Employability Framework.

Tujuan Khusus

  1. Membekali peserta dengan keterampilan kerja sesuai bidang keahlian.

  2. Mengembangkan kemampuan menghasilkan produk atau jasa yang layak jual.

  3. Meningkatkan kesiapan kerja dan/atau kesiapan berwirausaha.

  4. Menanamkan sikap profesional, disiplin, dan tanggung jawab kerja.

  5. Mendorong transisi lulusan ke dunia kerja, wirausaha, atau magang.


IV. SASARAN PROGRAM

  • Peserta didik SMA/SMK program Double Track

  • Usia 15–19 tahun

  • Jumlah peserta: disesuaikan dengan kapasitas pelatihan (misal 25–30 peserta per bidang)


V. BIDANG KETERAMPILAN PELATIHAN

1. Tata Boga

Fokus Kompetensi:

  • Pengolahan makanan dan minuman

  • Higiene dan sanitasi pangan

  • Produksi makanan siap jual

Output:

  • Produk kuliner

  • Paket usaha kuliner sederhana


2. Tata Busana

Fokus Kompetensi:

  • Menjahit dan pembuatan busana

  • Desain pola dasar

  • Produksi busana dan produk fesyen

Output:

  • Produk busana

  • Portofolio karya peserta


3. Desain Grafis

Fokus Kompetensi:

  • Desain visual dasar

  • Penggunaan software desain

  • Produksi konten grafis untuk kebutuhan usaha

Output:

  • Karya desain digital

  • Portofolio desain


4. Teknik Kendaraan Ringan (TKR)

Fokus Kompetensi:

  • Perawatan dan perbaikan kendaraan

  • Sistem mesin dan kelistrikan dasar

  • Keselamatan kerja bengkel

Output:

  • Layanan servis dasar

  • Kompetensi teknis bengkel pemula


VI. STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN

Durasi Program: 4–6 bulan
📘 Pendekatan: 70% praktik, 30% teori

Tahapan Pelatihan

  1. Orientasi & pembekalan life skills

  2. Pelatihan teknis dan vokasional intensif

  3. Produksi produk/jasa

  4. Simulasi kerja atau usaha

  5. Evaluasi dan sertifikasi internal


VII. METODE PELAKSANAAN

  • Praktik langsung (hands-on training)

  • Project-Based Learning

  • Simulasi dunia kerja

  • Mentoring instruktur dan praktisi

  • Penilaian berbasis produk dan kinerja


VIII. INTEGRASI LIFE SKILLS & EMPLOYABILITY

Aspek FrameworkImplementasi dalam Program
Personal SkillsDisiplin, tanggung jawab, percaya diri
Social SkillsKerja tim, komunikasi
Cognitive SkillsProblem solving teknis
Employability SkillsEtos kerja, kesiapan kerja
Entrepreneurial SkillsPerhitungan usaha, pemasaran

IX. EVALUASI & INDIKATOR KEBERHASILAN

Indikator Keberhasilan:

  • ≥ 80% peserta lulus pelatihan

  • Setiap peserta menghasilkan minimal 1 produk/jasa

  • ≥ 70% peserta siap kerja, magang, atau berwirausaha

  • Peningkatan sikap profesional dan etos kerja

Metode Evaluasi:

  • Penilaian praktik

  • Portofolio produk

  • Observasi sikap kerja

  • Uji kompetensi internal


X. DAMPAK YANG DIHARAPKAN

  1. Lulusan Double Track yang siap kerja dan siap usaha

  2. Peningkatan daya saing lulusan pendidikan menengah

  3. Terbentuknya budaya kerja dan kewirausahaan sejak sekolah

  4. Penguatan keterkaitan sekolah dengan dunia usaha dan industri


XI. KEBERLANJUTAN PROGRAM

  • Pendampingan lulusan

  • Jejaring industri dan UMKM

  • Inkubasi usaha siswa

  • Monitoring pascalulusan


PENUTUP

Program Pelatihan Double Track ini diharapkan menjadi model pendidikan keterampilan yang tidak hanya menghasilkan lulusan terampil secara teknis, tetapi juga siap kerja, siap usaha, dan siap berkembang, sejalan dengan prinsip Learning to Do serta Life Skills & Employability Framework.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »