Aplikasi Career Center
PROMPT FULL SYSTEM
APLIKASI CAREER CENTER (ALUMNI DOUBLE TRACK)
🎯 TUJUAN APLIKASI
Buatkan aplikasi Career Center berbasis web untuk mengelola alumni SMK Double Track yang memiliki fitur:
- Pendataan alumni
- Informasi lowongan kerja
- Job matching
- Dashboard statistik
- Pengelolaan data oleh admin
💻 TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN
Frontend:
- HTML5
- Tailwind CSS
- JavaScript (Vanilla)
Backend:
- Google Apps Script (Web App API)
- Google Spreadsheet (Database)
🧩 STRUKTUR FITUR APLIKASI
1. 👤 HALAMAN LANDING
Buat landing page modern dengan:
- Hero section (judul + CTA)
- Informasi program Double Track
- Statistik alumni (dinamis dari spreadsheet)
-
Tombol:
- Daftar Alumni
- Lihat Lowongan
- Login Admin
2. 📝 FORM INPUT ALUMNI
Field:
- Nama lengkap
- Tahun lulus
- Jurusan
- No HP
-
Status:
- Bekerja
- Wirausaha
- Kuliah
- Belum bekerja
- Skill
- Upload CV (opsional, link drive)
Fungsi:
- Simpan ke Google Spreadsheet
- Timestamp otomatis
3. 💼 HALAMAN LOWONGAN KERJA
Fitur:
- List lowongan dari spreadsheet
-
Filter:
- Lokasi
- Bidang kerja
-
Detail pekerjaan:
- Nama perusahaan
- Deskripsi
- Syarat
- Link apply
4. 🎯 JOB MATCHING SYSTEM
Logika:
- Cocokkan skill alumni dengan lowongan
- Tampilkan rekomendasi pekerjaan
5. 📊 DASHBOARD ADMIN
Fitur:
-
Statistik alumni:
- Total alumni
- Bekerja (%)
- Wirausaha (%)
- Grafik sederhana (JS chart)
- Data tabel alumni
- CRUD data lowongan
6. 🔐 LOGIN ADMIN
- Username & password sederhana (hardcoded / spreadsheet)
- Session login
🗂️ STRUKTUR GOOGLE SPREADSHEET
Sheet 1: Alumni
Kolom:
ID | Nama | Tahun | Jurusan | HP | Email | Status | Skill | CV | Timestamp
Sheet 2: Lowongan
ID | Perusahaan | Posisi | Lokasi | Skill | Deskripsi | Link | Timestamp
Sheet 3: Admin
Username | Password
⚙️ BACKEND (GOOGLE APPS SCRIPT)
Endpoint yang harus dibuat:
1. Tambah Alumni
POST /exec?action=addAlumni
2. Ambil Data Alumni
GET /exec?action=getAlumni
3. Ambil Lowongan
GET /exec?action=getJobs
4. Tambah Lowongan
POST /exec?action=addJob
5. Login Admin
POST /exec?action=login
🧠 LOGIKA APPS SCRIPT
Tuliskan kode:
- doGet(e) → routing API
- doPost(e) → handle POST
-
Fungsi:
- addAlumni()
- getAlumni()
- getJobs()
- addJob()
- login()
Gunakan:
SpreadsheetApp.openById("SPREADSHEET_ID")
Return JSON:
ContentService.createTextOutput(JSON.stringify(data))
.setMimeType(ContentService.MimeType.JSON)
🎨 FRONTEND (DETAIL PERINTAH)
🎯 DESIGN:
- Gunakan Tailwind
- Modern UI (dashboard style)
- Responsive (mobile friendly)
🔹 HALAMAN YANG HARUS DIBUAT:
1. index.html
- Landing page
- Statistik dari API
2. alumni.html
- Form input alumni
- Submit ke Apps Script API
3. jobs.html
- Fetch API lowongan
- Render card job
4. admin.html
- Login
- Dashboard
- CRUD lowongan
🔗 INTEGRASI API (WAJIB ADA)
Gunakan fetch:
fetch(API_URL + "?action=getJobs")
.then(res => res.json())
.then(data => console.log(data));
POST:
fetch(API_URL, {
method: "POST",
body: JSON.stringify({
action: "addAlumni",
nama: "Fajar",
tahun: "2025"
})
});
🎯 FITUR TAMBAHAN (WAJIB ADA)
- Loading indicator
- Alert sukses/gagal
- Validasi form
- Search data alumni
- Filter lowongan
🚀 BONUS FITUR (JIKA BISA)
- Export data ke PDF
- Integrasi WhatsApp
- Upload CV ke Google Drive
- Dark mode
📦 OUTPUT YANG DIMINTA DARI AI
- Kode lengkap HTML (semua halaman)
- Kode lengkap Apps Script
- Struktur folder
-
Cara deploy:
- Deploy Apps Script sebagai Web App
- Set akses: Anyone
- Cara menghubungkan frontend ke backend
🔥 PROMPT SUPER FINAL (TINGGAL COPY)
Buatkan aplikasi Career Center Alumni Double Track menggunakan HTML, Tailwind CSS, dan JavaScript untuk frontend, serta Google Apps Script sebagai backend dengan Google Spreadsheet sebagai database.
Fitur:
- Landing page modern
- Form input alumni (simpan ke spreadsheet)
- Halaman lowongan kerja (ambil dari spreadsheet)
- Dashboard admin (CRUD lowongan + statistik)
- Login admin sederhana
- Job matching berdasarkan skill
Backend:
- Apps Script dengan endpoint:
- addAlumni
- getAlumni
- getJobs
- addJob
- login
- Return JSON
Frontend:
- Responsive Tailwind UI
- Fetch API integration
- Validasi form
- Loading & alert
Berikan:
- Kode lengkap semua file HTML
- Kode Apps Script lengkap
- Struktur folder
- Cara deploy Apps Script Web App
- Cara menghubungkan frontend dengan backend
💡 CATATAN PENTING (STRATEGIS)
Prompt ini sudah level:
👉 Bisa langsung jadi project mahasiswa
👉 Bisa jadi produk real sekolah
👉 Bisa dikembangkan jadi startup (Pervekt versi mini)
Pembinaan Karir Alumni
BINA KARIR ALUMNI DOUBLE TRACK
1. 🎯 Tujuan Program
Program Bina Karir Alumni Double Track bertujuan untuk:
- Meningkatkan kesiapan kerja alumni
- Membantu alumni mengenali potensi diri & jalur karir
- Menjembatani alumni dengan dunia kerja & dunia usaha
- Mendorong alumni menjadi pekerja profesional atau wirausaha mandiri
2. 👥 Sasaran Program
- Alumni Double Track (0–3 tahun kelulusan)
- Siswa tingkat akhir (kelas XII sebagai persiapan)
- Alumni yang sedang mencari kerja / ingin berwirausaha
3. 🧩 Struktur Program Bina Karir
Program dibagi menjadi 4 pilar utama:
A. Career Awareness (Kesadaran Karir)
Tujuan: Membantu alumni memahami peluang karir
Kegiatan:
- Seminar dunia kerja & tren industri
- Webinar karir & sharing alumni sukses
- Pengenalan profesi sesuai bidang keahlian
Output:
- Alumni memahami pilihan karir (kerja, kuliah, wirausaha)
B. Career Preparation (Persiapan Karir)
Tujuan: Membekali keterampilan dasar untuk masuk dunia kerja
Kegiatan:
- Pelatihan pembuatan CV & portofolio
- Simulasi interview kerja (mock interview)
-
Pelatihan soft skill:
- komunikasi
- teamwork
- problem solving
- Personal branding (LinkedIn & digital profile)
Output:
- Alumni siap melamar kerja secara profesional
C. Career Development (Pengembangan Karir)
Tujuan: Meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja
Kegiatan:
- Program magang lanjutan
- Upskilling (kursus digital skill, teknis, dll)
- Mentoring karir (oleh guru / praktisi industri)
- Workshop kewirausahaan (startup / UMKM)
Output:
- Alumni memiliki skill relevan dengan kebutuhan industri
D. Career Placement (Penempatan Karir)
Tujuan: Menghubungkan alumni dengan peluang kerja/usaha
Kegiatan:
- Job fair (offline/online)
- Kerjasama dengan industri (link and match)
- Portal lowongan kerja alumni
- Inkubasi bisnis (untuk alumni wirausaha)
Output:
- Alumni mendapatkan pekerjaan / membuka usaha
4. 🗓️ Rencana Aktivitas Tahunan
| Bulan | Kegiatan | Output |
|---|---|---|
| Jan | Seminar Tren Dunia Kerja | Insight karir |
| Feb | Pelatihan CV & Portofolio | CV siap pakai |
| Mar | Simulasi Interview | Skill wawancara |
| Apr | Pelatihan Soft Skill | Komunikasi meningkat |
| Mei | Job Matching Industri | Peluang kerja |
| Jun | Workshop Wirausaha | Ide bisnis |
| Jul | Magang / PKL Alumni | Pengalaman kerja |
| Agu | Mentoring Karir | Pendampingan |
| Sep | Pelatihan Digital Skill | Skill baru |
| Okt | Job Fair | Rekrutmen |
| Nov | Inkubasi Bisnis | UMKM alumni |
| Des | Evaluasi & Tracking Alumni | Data penempatan |
5. 🛠️ Model Implementasi Program
📌 A. Platform Digital
- Website / aplikasi alumni
- Database alumni
- Sistem informasi lowongan kerja
📌 B. Kolaborasi
- Dunia Industri (DUDI)
- Perguruan tinggi
- Alumni sukses
- UMKM & startup
📌 C. Metode Pelaksanaan
- Hybrid (online + offline)
- Project-based learning
- Mentoring & coaching
6. 📊 KPI (Key Performance Indicator)
| Indikator | Target |
|---|---|
| Alumni terserap kerja | ≥ 70% |
| Alumni wirausaha | ≥ 15% |
| Alumni melanjutkan studi | ≥ 10% |
| Partisipasi program | ≥ 80% |
| Kepuasan alumni | ≥ 85% |
7. 🔄 Monitoring & Evaluasi
Metode:
- Tracer Study Alumni (per 6 bulan)
- Survey kepuasan program
- Tracking status kerja alumni
Tools:
- Google Form / Dashboard (Looker Studio)
- Sistem database alumni
8. 🚀 Output Utama Program
- Database alumni terintegrasi
- Alumni siap kerja / siap usaha
- Terbentuk ekosistem karir berkelanjutan
- Link kuat antara sekolah dan industri
9. 💡 Contoh Inovasi Program (Opsional)
- Aplikasi Career Center berbasis web/app
- Marketplace jasa alumni
- Talent pool lulusan SMK
- Program “1 Alumni 1 Karir Sukses”
10. 🧠 Catatan Strategis (Penting)
- Jangan hanya fokus pelatihan → harus sampai penempatan kerja
- Libatkan industri secara aktif
- Gunakan data alumni untuk pengambilan keputusan
- Bangun komunitas alumni (network effect)
Ekosistem Prakerja
Ekosistem Prakerja: Kolaborasi Strategis untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja dan Daya Saing SDM
Pendahuluan
Perubahan struktur ekonomi, digitalisasi, serta dinamika pasar kerja global menuntut sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, terampil, dan siap kerja. Di Indonesia, tantangan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan tingkat pengangguran, tetapi juga kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dalam konteks ini, ekosistem prakerja hadir sebagai pendekatan kolaboratif untuk menjembatani dunia pendidikan, pelatihan, dan ketenagakerjaan.
Ekosistem prakerja tidak berdiri sebagai satu program tunggal, melainkan sebagai jejaring aktor, kebijakan, dan layanan yang saling terhubung untuk meningkatkan employability masyarakat usia produktif.
Konsep Ekosistem Prakerja
Ekosistem prakerja dapat dipahami sebagai sistem terintegrasi yang mendukung proses transisi individu dari fase belajar menuju dunia kerja atau kewirausahaan. Ekosistem ini menempatkan peserta sebagai pusat (learner-centered), dengan dukungan pelatihan keterampilan, penguatan life skills, akses sertifikasi, serta koneksi ke peluang kerja dan usaha.
Salah satu contoh implementasi kebijakan dalam ekosistem ini adalah Program Kartu Prakerja, yang mengombinasikan bantuan biaya pelatihan, insentif, serta akses ke berbagai platform pembelajaran.
Komponen Utama Ekosistem Prakerja
1. Pemerintah sebagai Regulator dan Orkestrator
Pemerintah berperan dalam:
-
merumuskan kebijakan ketenagakerjaan,
-
menyediakan insentif pelatihan,
-
memastikan inklusivitas bagi kelompok rentan.
Melalui kebijakan prakerja, pemerintah mendorong pelatihan berbasis kebutuhan pasar dan kompetensi masa depan.
2. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan
Sekolah, lembaga vokasi, BLK, dan penyedia pelatihan nonformal menjadi aktor utama dalam penyediaan technical & vocational skills. Peran mereka semakin strategis ketika kurikulum diselaraskan dengan:
-
kebutuhan industri,
-
keterampilan digital,
-
kewirausahaan.
Pendekatan Learning to Do menjadi kunci agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghasilkan produk atau jasa nyata.
3. Dunia Usaha dan Industri
Industri berperan sebagai:
-
pengguna tenaga kerja,
-
mitra magang,
-
sumber standar kompetensi.
Keterlibatan industri memastikan pelatihan tidak terputus dari realitas kerja, sekaligus membuka peluang rekrutmen langsung bagi lulusan pelatihan.
4. Platform Digital dan Teknologi
Platform pembelajaran digital memungkinkan:
-
akses pelatihan yang luas dan fleksibel,
-
personalisasi jalur belajar,
-
monitoring capaian kompetensi.
Digitalisasi memperluas jangkauan ekosistem prakerja hingga ke wilayah terpencil dan kelompok marginal.
5. Peserta sebagai Subjek Utama
Peserta ekosistem prakerja bukan sekadar penerima manfaat, tetapi aktor aktif yang:
-
memilih jalur pelatihan sesuai minat,
-
mengembangkan kompetensi diri,
-
membangun portofolio kerja atau usaha.
Penguatan motivasi, disiplin, dan kesiapan mental menjadi faktor penentu keberhasilan.
Integrasi Life Skills dan Employability
Agar pelatihan prakerja berdampak berkelanjutan, ekosistem ini perlu terintegrasi dengan Life Skills & Employability Framework, sebagaimana dipromosikan oleh UNICEF. Framework ini menekankan bahwa keterampilan teknis harus didukung oleh:
-
komunikasi dan kerja tim,
-
problem solving,
-
etos kerja,
-
literasi digital dan finansial.
Dengan integrasi tersebut, lulusan prakerja tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkembang di tengah perubahan pasar kerja.
Tantangan dan Peluang
Tantangan
-
Kualitas pelatihan yang belum merata
-
Keterbatasan keterlibatan industri
-
Keberlanjutan pascapelatihan
Peluang
-
Penguatan sinergi pendidikan–industri
-
Integrasi dengan program vokasi sekolah (Double Track, SMK)
-
Pemanfaatan teknologi dan data untuk skill matching
Penutup
Ekosistem prakerja merupakan fondasi penting dalam pembangunan SDM yang kompeten dan berdaya saing. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pelatihan, industri, dan masyarakat, ekosistem ini dapat menjadi instrumen strategis untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Ke depan, penguatan ekosistem prakerja tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau jumlah peserta, tetapi oleh kualitas kolaborasi dan relevansi keterampilan yang dibangun di dalamnya.
Double Track 2026
PELATIHAN DOUBLE TRACK 2026
Terintegrasi Life Skills & Employability Framework
I. LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia kerja dan industri menuntut lulusan pendidikan menengah tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga keterampilan kerja yang aplikatif, kesiapan profesional, serta kemampuan berwirausaha. Namun, masih banyak peserta didik yang lulus tanpa kompetensi vokasional yang memadai sehingga sulit bersaing di pasar kerja.
Program Double Track hadir sebagai solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan formal dan kebutuhan dunia kerja dengan memberikan pelatihan keterampilan teknis dan vokasional (Technical & Vocational Skills) secara terstruktur dan berkelanjutan. Program ini menekankan prinsip Learning to Do, yaitu belajar melalui praktik langsung yang menghasilkan produk atau jasa nyata.
Agar pelatihan tidak hanya menghasilkan lulusan terampil secara teknis, program ini juga mengintegrasikan Life Skills & Employability Framework sebagaimana dikembangkan oleh UNICEF, sehingga peserta tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga siap beradaptasi, berwirausaha, dan mengembangkan karier secara berkelanjutan.
II. LANDASAN KONSEPTUAL
1. Technical & Vocational Skills (Learning to Do)
Merupakan keterampilan praktis yang memungkinkan peserta:
-
melakukan pekerjaan tertentu secara kompeten,
-
menghasilkan produk atau jasa bernilai ekonomi,
-
memenuhi standar dunia usaha dan industri.
2. Life Skills & Employability Framework
Framework ini memastikan bahwa keterampilan teknis didukung oleh:
-
sikap kerja dan etos profesional,
-
kemampuan komunikasi dan kerja tim,
-
kesiapan transisi dari sekolah ke dunia kerja atau usaha.
III. TUJUAN PROGRAM
Tujuan Umum
Meningkatkan kesiapan kerja dan kemandirian ekonomi peserta didik melalui pelatihan Technical & Vocational Skills berbasis praktik yang terintegrasi dengan Life Skills & Employability Framework.
Tujuan Khusus
-
Membekali peserta dengan keterampilan kerja sesuai bidang keahlian.
-
Mengembangkan kemampuan menghasilkan produk atau jasa yang layak jual.
-
Meningkatkan kesiapan kerja dan/atau kesiapan berwirausaha.
-
Menanamkan sikap profesional, disiplin, dan tanggung jawab kerja.
-
Mendorong transisi lulusan ke dunia kerja, wirausaha, atau magang.
IV. SASARAN PROGRAM
-
Peserta didik SMA/SMK program Double Track
-
Usia 15–19 tahun
-
Jumlah peserta: disesuaikan dengan kapasitas pelatihan (misal 25–30 peserta per bidang)
V. BIDANG KETERAMPILAN PELATIHAN
1. Tata Boga
Fokus Kompetensi:
-
Pengolahan makanan dan minuman
-
Higiene dan sanitasi pangan
-
Produksi makanan siap jual
Output:
-
Produk kuliner
-
Paket usaha kuliner sederhana
2. Tata Busana
Fokus Kompetensi:
-
Menjahit dan pembuatan busana
-
Desain pola dasar
-
Produksi busana dan produk fesyen
Output:
-
Produk busana
-
Portofolio karya peserta
3. Desain Grafis
Fokus Kompetensi:
-
Desain visual dasar
-
Penggunaan software desain
-
Produksi konten grafis untuk kebutuhan usaha
Output:
-
Karya desain digital
-
Portofolio desain
4. Teknik Kendaraan Ringan (TKR)
Fokus Kompetensi:
-
Perawatan dan perbaikan kendaraan
-
Sistem mesin dan kelistrikan dasar
-
Keselamatan kerja bengkel
Output:
-
Layanan servis dasar
-
Kompetensi teknis bengkel pemula
VI. STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN
⏱ Durasi Program: 4–6 bulan
📘 Pendekatan: 70% praktik, 30% teori
Tahapan Pelatihan
-
Orientasi & pembekalan life skills
-
Pelatihan teknis dan vokasional intensif
-
Produksi produk/jasa
-
Simulasi kerja atau usaha
-
Evaluasi dan sertifikasi internal
VII. METODE PELAKSANAAN
-
Praktik langsung (hands-on training)
-
Project-Based Learning
-
Simulasi dunia kerja
-
Mentoring instruktur dan praktisi
-
Penilaian berbasis produk dan kinerja
VIII. INTEGRASI LIFE SKILLS & EMPLOYABILITY
| Aspek Framework | Implementasi dalam Program |
|---|---|
| Personal Skills | Disiplin, tanggung jawab, percaya diri |
| Social Skills | Kerja tim, komunikasi |
| Cognitive Skills | Problem solving teknis |
| Employability Skills | Etos kerja, kesiapan kerja |
| Entrepreneurial Skills | Perhitungan usaha, pemasaran |
IX. EVALUASI & INDIKATOR KEBERHASILAN
Indikator Keberhasilan:
-
≥ 80% peserta lulus pelatihan
-
Setiap peserta menghasilkan minimal 1 produk/jasa
-
≥ 70% peserta siap kerja, magang, atau berwirausaha
-
Peningkatan sikap profesional dan etos kerja
Metode Evaluasi:
-
Penilaian praktik
-
Portofolio produk
-
Observasi sikap kerja
-
Uji kompetensi internal
X. DAMPAK YANG DIHARAPKAN
-
Lulusan Double Track yang siap kerja dan siap usaha
-
Peningkatan daya saing lulusan pendidikan menengah
-
Terbentuknya budaya kerja dan kewirausahaan sejak sekolah
-
Penguatan keterkaitan sekolah dengan dunia usaha dan industri
XI. KEBERLANJUTAN PROGRAM
-
Pendampingan lulusan
-
Jejaring industri dan UMKM
-
Inkubasi usaha siswa
-
Monitoring pascalulusan
PENUTUP
Program Pelatihan Double Track ini diharapkan menjadi model pendidikan keterampilan yang tidak hanya menghasilkan lulusan terampil secara teknis, tetapi juga siap kerja, siap usaha, dan siap berkembang, sejalan dengan prinsip Learning to Do serta Life Skills & Employability Framework.


















.png)



