Majalah Double Track - isi 1
Dari Hobi Menjadi Rezeki: Kisah Salsabila Maharani, Alumni SMA Double Track yang Meniti Karier di Dunia Tata Rias
Pamekasan, Jawa Timur — Program SMA Double Track kembali menunjukkan dampaknya dalam membuka jalan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mempersiapkan masa depan. Salah satu kisah inspiratif datang dari Salsabila Maharani, atau yang akrab disapa Rani, alumni SMAN 1 Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Rani merupakan peserta Program SMA Double Track bidang keterampilan Tata Rias pada tahun 2023–2024. Kini, di usia 21 tahun, keterampilan yang diperolehnya selama mengikuti program telah berkembang menjadi modal penting untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan pendidikan.
“Ilmu dan skill adalah bekal, kemandirian adalah kunci, dan kerja keras adalah jalan menuju masa depan.”
Berawal dari Hobi dan Cita-Cita
Rani adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Ayahnya merupakan pensiunan PNS, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelum mengikuti SMA Double Track, Rani memiliki cita-cita menjadi train attendant di PT Kereta Api Indonesia.
Namun, keterbatasan dukungan untuk melanjutkan pendidikan membuat Rani perlu mencari alternatif untuk mempersiapkan masa depannya. Ketika mendapat kesempatan mengikuti Program SMA Double Track, ia memilih bidang Tata Rias karena sesuai dengan hobinya di bidang kecantikan sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
Bagi Rani, mengikuti program bukan sekadar mendapatkan keterampilan baru. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mandiri dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Belajar dari Praktik hingga Dunia Kerja
Selama mengikuti pelatihan, Rani mendapatkan pengalaman yang beragam. Salah satu materi yang paling berkesan baginya adalah merias wajah panggung, sementara praktik yang paling disukai adalah makeup karakter.
Pembelajaran tidak berhenti di ruang pelatihan. Rani juga memperoleh pengalaman magang di Mutiara Salon, serta mengikuti kegiatan sertifikasi dan seminar kecantikan yang diselenggarakan bersama Inez Cosmetic.
Peran guru dan instruktur juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Guru membantu siswa berkembang sesuai bakat dan hobinya, sementara instruktur memberikan pembelajaran secara bertahap, mulai dari proses hingga praktik.
Pengalaman tersebut bahkan membuka kepercayaan baru bagi Rani. Ia dipercaya mengikuti pelatihan Training of Trainer (TOT) sebanyak dua kali, sebuah pengalaman yang semakin memperkuat kemampuan dan kepercayaan dirinya.
Titik Balik Menuju Kemandirian
Menjelang kelulusan SMA, Rani mulai merasakan bahwa hidupnya sedang memasuki fase baru. Salah satu titik balik yang mendorongnya untuk lebih mandiri adalah ketika orang tuanya tidak lagi bekerja dan penghasilan keluarga menjadi terbatas.
Di tengah kondisi tersebut, keterampilan yang diperolehnya dari SMA Double Track mulai memberikan manfaat nyata. Bahkan sejak masih bersekolah, Rani sudah mulai memperoleh penghasilan dari keterampilan yang dimilikinya.
Baginya, pencapaian pertama bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, tetapi tentang menyadari bahwa keterampilan yang dipelajari dapat benar-benar digunakan ketika mencari pekerjaan maupun membangun usaha.
Menjalani Karier Sambil Kuliah
Setelah lulus SMA pada 2024, perjalanan Rani terus berkembang. Ia sempat bekerja di sebuah toko kosmetik, kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Madura.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Rani tetap mengembangkan keterampilan tata rias. Ia membuka jasa rias rumahan dan bekerja sebagai Assistant MUA (Makeup Artist) di Fajrinasy.MUA.
Perjalanan kariernya juga semakin beragam. Setelah lulus, Rani pernah bekerja di sebuah café selama tiga bulan, kemudian menjadi karyawan toko skincare dan kosmetik selama sekitar satu tahun. Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya sebagai Assistant MUA.
Kini, selain tetap mengembangkan kemampuan di bidang makeup, Rani juga mulai mencoba melamar pekerjaan di perusahaan FnB (Food and Beverage). Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keterampilan yang diperoleh melalui program vokasional dapat menjadi fondasi untuk memasuki berbagai dunia kerja.
Mengembangkan Usaha Rias
Tidak hanya bekerja, Rani juga mulai membangun jalur kewirausahaan melalui Rani Makeup Studio di Pamekasan.
Usaha tersebut menyediakan layanan jasa rias pengantin, wisuda, lamaran, makeup, dan kebutuhan rias lainnya. Seiring waktu, jumlah klien mulai bertambah dan kepercayaan pelanggan terhadap jasanya semakin berkembang.
Pengalaman mengikuti pelatihan TOT sebanyak dua kali juga menjadi modal tambahan. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pengalaman tersebut membantu Rani menjadi pribadi yang lebih percaya diri dalam berbagi pengetahuan dan mengembangkan profesinya.
Dampak Nyata SMA Double Track
Bagi Rani, manfaat SMA Double Track tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Program tersebut memberikan keterampilan yang kemudian dapat digunakan sebagai sumber penghasilan sekaligus menjadi bekal untuk membangun masa depan.
Beberapa perubahan yang ia rasakan antara lain:
Keterampilan tata rias dapat menjadi sumber penghasilan.
Lebih percaya diri dan mandiri dalam menentukan tujuan.
Mampu membuka usaha jasa rias sendiri.
Memiliki pengalaman kerja dan pengalaman berwirausaha.
Memiliki bekal untuk terus mengembangkan diri dan memasuki dunia kerja.
Kisah Rani memperlihatkan bahwa keterampilan vokasional dapat menjadi jembatan antara pendidikan dan kehidupan nyata. Bagi siswa SMA, keterampilan tersebut dapat menjadi alternatif ketika mereka belum dapat langsung melanjutkan pendidikan tinggi maupun ketika membutuhkan pengalaman untuk memasuki dunia kerja.
Mimpi yang Terus Berkembang
Perjalanan Rani belum berhenti. Ke depan, ia memiliki beberapa harapan, antara lain mengembangkan skill makeup secara lebih profesional, memiliki salon kecantikan sendiri, serta membantu orang tua dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ia juga ingin terus belajar karena menyadari bahwa dunia kecantikan terus berkembang dan membutuhkan kemampuan yang selalu diperbarui.
Kepada adik-adik kelas yang masih mengikuti pendidikan, Rani berpesan:
“Manfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Belajarlah sungguh-sungguh, karena keterampilan adalah investasi masa depan yang tidak akan pernah sia-sia.”
Perjalanan Salsabila Maharani menjadi bukti bahwa sebuah keterampilan yang awalnya hanya berasal dari hobi dapat berkembang menjadi profesi, sumber penghasilan, bahkan jalan menuju kemandirian.
SMA Double Track bukan hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenali potensi, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan masa depan.
Keterampilan adalah kunci, kemandirian adalah tujuan, dan SMA Double Track adalah jalan.
Competency Based Training
Berikut penjelasan fungsi masing-masing bahan:
| No. | Bahan Pelatihan | Fungsi Utama | Isi Pokok |
|---|---|---|---|
| 1 | Silabus | Menjadi peta/rancangan keseluruhan pelatihan | Kompetensi, unit kompetensi, indikator, materi, metode, waktu, praktik, asesmen |
| 2 | Buku Materi | Menyediakan materi pembelajaran yang harus dikuasai peserta | Konsep, prinsip, prosedur, teori pendukung, contoh |
| 3 | Buku Asesmen | Pedoman pelaksanaan asesmen kompetensi | Instrumen soal, praktik, observasi, kriteria penilaian |
| 4 | PPT Materi Pelatihan | Media penyampaian materi oleh instruktur | Ringkasan materi, gambar, diagram, contoh, aktivitas |
| 5 | Buku Informasi Profil | Memberikan gambaran program, kompetensi dan profesi | Profil program, jabatan/profesi, kompetensi, peluang kerja/usaha |
| 6 | Buku Kerja | Panduan peserta melakukan aktivitas dan praktik | Lembar kerja, tugas, latihan, praktik, checklist pekerjaan |
| 7 | Buku Penilaian | Mendokumentasikan dan merekap hasil penilaian peserta | Rubrik, checklist, skor, hasil observasi, keputusan kompeten/belum kompeten |
| 8 | Modul | Paket pembelajaran yang terstruktur dan dapat dipelajari secara mandiri | Tujuan, materi, aktivitas, praktik, evaluasi dan refleksi |
1. Silabus
Silabus merupakan dokumen yang menjadi blueprint atau peta perjalanan pelatihan.
Silabus menjelaskan apa yang harus dipelajari peserta, bagaimana proses pembelajarannya, berapa lama waktunya, dan bagaimana kompetensi tersebut akan diukur.
Contoh struktur:
- Identitas program pelatihan
- Tujuan pelatihan
- Standar kompetensi
- Unit kompetensi
- Elemen kompetensi
- Kriteria unjuk kerja
- Indikator pencapaian
- Materi teori
- Materi praktik
- Metode pembelajaran
- Alokasi waktu
- Media dan peralatan
- Asesmen
- Referensi
Intinya:
Silabus menjawab: "Apa yang harus dicapai dan bagaimana keseluruhan pelatihan dirancang?"
2. Buku Materi
Buku Materi merupakan sumber utama pengetahuan yang harus dipelajari peserta.
Materinya dapat mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
Misalnya pelatihan Tata Boga, materi dapat berisi:
- Sanitasi dan higiene
- Keselamatan kerja
- Pengenalan bahan makanan
- Teknik dasar memasak
- Penggunaan peralatan
- Teknik pengolahan
- Penyajian
- Pengendalian kualitas
- Perhitungan biaya produksi
Materi sebaiknya disusun berdasarkan unit kompetensi, bukan sekadar berdasarkan daftar topik.
Intinya:
Buku Materi menjawab: "Pengetahuan apa yang harus dikuasai peserta?"
3. Buku Asesmen
Buku Asesmen berisi instrumen yang digunakan untuk mengetahui apakah peserta telah mencapai kompetensi.
Dalam CBT, asesmen tidak cukup hanya menggunakan ujian tertulis. Peserta perlu menunjukkan bahwa mereka mampu melakukan pekerjaan sesuai standar.
Asesmen dapat berupa:
- Tes tertulis
- Tes lisan
- Demonstrasi
- Praktik kerja
- Observasi
- Studi kasus
- Simulasi
- Proyek
- Portofolio
- Wawancara
Instrumen harus memiliki kriteria keberhasilan yang jelas.
Contoh:
Peserta mampu membuat produk sesuai SOP, menggunakan peralatan dengan aman, menjaga higiene, mengikuti standar resep, dan menghasilkan produk sesuai standar kualitas.
Intinya:
Buku Asesmen menjawab: "Bagaimana kita membuktikan bahwa peserta kompeten?"
4. PPT Materi Pelatihan
PPT merupakan media bantu instruktur, bukan pengganti Buku Materi.
PPT sebaiknya dibuat lebih visual dan ringkas sehingga membantu instruktur menjelaskan konsep.
Struktur PPT dapat berupa:
Slide 1: Judul
Slide 2: Tujuan pembelajaran
Slide 3: Kompetensi yang akan dicapai
Slide 4–10: Materi inti
Slide 11: Contoh kasus
Slide 12: Demonstrasi/prosedur
Slide 13: Aktivitas peserta
Slide 14: Diskusi
Slide 15: Evaluasi
Slide 16: Kesimpulan
Gunakan:
- Foto
- Diagram
- Infografis
- Video
- Flowchart
- Studi kasus
- Pertanyaan interaktif
Intinya:
PPT menjawab: "Bagaimana instruktur menyampaikan materi secara efektif?"
5. Buku Informasi Profil
Buku Informasi Profil berfungsi sebagai dokumen pengenalan program dan dunia kerja/profesi.
Buku ini penting terutama dalam pelatihan vokasi karena peserta perlu memahami konteks kompetensi yang mereka pelajari.
Isi dapat meliputi:
- Profil program pelatihan
- Profil profesi/jabatan
- Deskripsi pekerjaan
- Kompetensi yang dibutuhkan
- Standar industri
- Lingkungan kerja
- Peralatan yang digunakan
- Peluang kerja
- Peluang usaha
- Jenjang karier
- Sertifikasi
- Profil industri/mitra
Misalnya pada pelatihan Digital Marketing, peserta tidak hanya belajar membuat konten, tetapi juga memahami profesi:
Digital Marketing → Content Creator → Social Media Specialist → Digital Marketing Specialist → Entrepreneur
Intinya:
Buku Informasi Profil menjawab: "Kompetensi ini digunakan untuk pekerjaan atau usaha apa?"
6. Buku Kerja
Ini merupakan salah satu bahan paling penting dalam CBT.
Buku Kerja digunakan peserta ketika melakukan aktivitas pembelajaran dan praktik.
Berbeda dengan Buku Materi yang fokus pada apa yang dipelajari, Buku Kerja fokus pada:
"Apa yang harus saya lakukan?"
Contohnya:
Job Sheet 01 – Menyiapkan Peralatan
Peserta diminta:
- Mengidentifikasi peralatan.
- Memeriksa kondisi peralatan.
- Membersihkan peralatan.
- Menggunakan peralatan sesuai SOP.
- Mengembalikan peralatan.
- Mengisi checklist.
Buku kerja dapat berisi:
- Lembar aktivitas
- Job sheet
- Lembar praktik
- Studi kasus
- Latihan
- Tugas proyek
- Checklist
- Catatan peserta
- Refleksi
- Bukti pekerjaan
Intinya:
Buku Kerja menjawab: "Apa yang harus saya kerjakan untuk mencapai kompetensi?"
7. Buku Penilaian
Buku Penilaian digunakan untuk mencatat dan mendokumentasikan hasil unjuk kerja peserta.
Jika Buku Asesmen berisi instrumen untuk melakukan asesmen, Buku Penilaian lebih berfokus pada hasil dan dokumentasi penilaiannya.
Contohnya:
| Aspek | Kriteria | Hasil |
|---|---|---|
| Persiapan | Peralatan lengkap | Kompeten |
| Keselamatan kerja | Mengikuti SOP | Kompeten |
| Proses | Langkah kerja benar | Kompeten |
| Kualitas | Sesuai standar | Kompeten |
| Waktu | Sesuai batas waktu | Belum Kompeten |
Dapat dilengkapi:
- Identitas peserta
- Nama unit kompetensi
- Instrumen penilaian
- Rubrik
- Checklist
- Skor
- Catatan asesor/instruktur
- Bukti pekerjaan
- Hasil akhir
- Rekomendasi
- Status Kompeten/Belum Kompeten
Intinya:
Buku Penilaian menjawab: "Bagaimana hasil kompetensi peserta didokumentasikan?"
8. Modul
Modul merupakan paket pembelajaran yang lebih terintegrasi dan sistematis.
Modul dapat menggabungkan beberapa komponen:
Tujuan → Materi → Aktivitas → Praktik → Evaluasi → Refleksi
Modul sangat cocok digunakan untuk self-learning, blended learning maupun pembelajaran tatap muka.
Struktur modul misalnya:
- Identitas modul
- Deskripsi singkat
- Tujuan pembelajaran
- Kompetensi yang akan dicapai
- Petunjuk penggunaan modul
- Materi pembelajaran
- Aktivitas pembelajaran
- Studi kasus
- Latihan
- Praktik
- Evaluasi
- Refleksi
- Umpan balik
- Referensi
Hubungan Antar-Bahan Pelatihan
Agar tidak terjadi tumpang tindih, kedelapan bahan tersebut dapat ditempatkan dalam satu learning ecosystem:
STANDAR KOMPETENSI
↓
SILABUS
merancang kompetensi dan alur pelatihan
↓
BUKU INFORMASI PROFIL
memahami profesi, pekerjaan, dan konteks industri
↓
BUKU MATERI
mempelajari pengetahuan dan konsep
↓
PPT PELATIHAN
instruktur menyampaikan materi
↓
BUKU KERJA
peserta melakukan latihan dan praktik
↓
MODUL
mengintegrasikan proses belajar secara sistematis
↓
BUKU ASESMEN
menguji/mengases kompetensi
↓
BUKU PENILAIAN
mendokumentasikan hasil asesmen
↓
KOMPETEN / BELUM KOMPETEN
Perbedaan yang sering membingungkan
Yang paling penting adalah membedakan Buku Asesmen dan Buku Penilaian:
Buku Asesmen = alat/instrumen untuk mengukur kompetensi.
Buku Penilaian = dokumen untuk mencatat, memberi skor, dan menetapkan hasil penilaian.
Sedangkan:
Buku Materi = apa yang harus dipelajari.
Buku Kerja = apa yang harus dilakukan.
PPT = bagaimana instruktur menyampaikan.
Modul = paket pembelajaran yang mengintegrasikan semuanya.
Dengan demikian, bahan pelatihan berbasis kompetensi idealnya membentuk satu siklus:
Rancang → Informasikan → Pelajari → Praktikkan → Asesmen → Nilai → Buktikan Kompetensi.
Untuk program vokasi seperti Tata Boga, Tata Busana, Tata Rias, Multimedia, Digital Marketing, atau Web Programming, struktur ini dapat dijadikan template standar bahan ajar CBT sehingga setiap unit kompetensi memiliki pasangan materi + aktivitas praktik + asesmen + bukti kompetensi.
Pembuatan Modul
Output Lomba KUS
| No. | Output | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Profil KUS | Menjelaskan identitas kelompok yang menjalankan usaha. Berisi nama KUS, asal sekolah, nama anggota 3–6 siswa, kelas, kompetensi/keterampilan Double Track yang ditekuni, pembagian tugas anggota, dan kontak/media sosial usaha. |
| 2 | Nama dan Identitas Usaha | Menampilkan identitas bisnis secara jelas, seperti nama usaha, logo, tagline, jenis usaha, produk/jasa yang dijual, dan konsep/karakter usaha. Nama dan identitas harus mudah diingat serta mencerminkan produk yang ditawarkan. |
| 3 | Deskripsi Produk/Jasa | Menjelaskan apa yang dijual, manfaat produk/jasa, bahan atau proses pembuatannya, ukuran/varian, harga jual, dan nilai yang diberikan kepada konsumen. Sertakan foto produk atau contoh hasil layanan. |
| 4 | Analisis Target Konsumen | Menentukan siapa yang menjadi calon pembeli. Jelaskan usia, jenis kelamin bila relevan, lokasi, kebutuhan, kebiasaan membeli, kemampuan membeli, serta alasan mereka membutuhkan produk/jasa tersebut. |
| 5 | Keunggulan dan Inovasi Produk | Menjelaskan keunikan produk dibandingkan produk pesaing. Dapat berupa inovasi rasa, desain, kemasan, fungsi, bahan, pelayanan, harga, cara pemesanan, atau pemanfaatan teknologi. |
| 6 | Rencana Penggunaan Modal Rp500.000 | Membuat rencana anggaran penggunaan modal secara rinci. Misalnya bahan baku, kemasan, alat pendukung, promosi, transportasi, dan biaya operasional. Total penggunaan modal tidak boleh melebihi Rp500.000. |
| 7 | Strategi Pemasaran | Menjelaskan bagaimana produk akan dikenalkan, ditawarkan, dan dijual kepada konsumen. Sertakan strategi offline dan digital, seperti penjualan langsung, reseller, pre-order, WhatsApp, Instagram, TikTok, marketplace, bazar, atau kerja sama dengan pihak lain. |
| 8 | Konten Promosi Digital | Membuat bukti promosi digital berupa poster, foto produk, video pendek, reels/TikTok, katalog digital, story, atau konten media sosial lainnya. Konten harus memiliki informasi produk, harga/cara pemesanan, dan ajakan membeli. |
| 9 | Catatan Transaksi Usaha | Mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran selama menjalankan usaha. Minimal berisi tanggal, jenis transaksi, jumlah barang, harga, pemasukan/pengeluaran, dan saldo. Bukti transaksi seperti nota, screenshot pembayaran, atau bukti pembelian dapat dilampirkan. |
| 10 | Laporan Omzet dan Keuntungan | Menunjukkan hasil usaha secara sederhana: total penjualan/omzet, total biaya, modal yang digunakan, dan keuntungan bersih. Peserta harus dapat menjelaskan dari mana angka tersebut berasal. |
| 11 | Dokumentasi Proses Usaha | Mengumpulkan foto/video sebagai bukti bahwa usaha benar-benar dijalankan oleh KUS. Dokumentasi dapat mencakup diskusi ide, pembelian bahan, produksi, pengemasan, promosi, proses penjualan, pelayanan konsumen, hingga evaluasi. |
| 12 | Video Pitching Usaha | Video presentasi singkat yang digunakan untuk meyakinkan juri bahwa usaha KUS layak dijalankan dan dikembangkan. Isi minimal: masalah/peluang, produk, target pasar, keunggulan, modal Rp500K, strategi pemasaran, hasil penjualan, keuntungan, dan rencana pengembangan. |
| 13 | Refleksi dan Evaluasi Usaha | Menjelaskan apa yang berhasil, apa yang belum berhasil, kendala yang dihadapi, kesalahan yang ditemukan, strategi yang efektif, serta pembelajaran yang diperoleh selama menjalankan usaha. |
| 14 | Rencana Pengembangan Usaha Setelah Lomba | Menjelaskan bagaimana usaha akan dilanjutkan dan dikembangkan setelah lomba. Misalnya menambah produk, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, meningkatkan branding, menggunakan marketplace, mencari reseller, menambah modal, atau membentuk usaha yang lebih profesional. |
Agar Output Lebih Mudah Dipahami Peserta
Saya menyarankan 13 output tersebut dikelompokkan menjadi 5 bagian besar:
A. MENGENAL USAHA
- Profil KUS
- Nama & identitas usaha
- Deskripsi produk/jasa
B. MERANCANG USAHA
4. Target konsumen
5. Keunggulan & inovasi
6. Rencana penggunaan modal Rp500.000
C. MENJUAL USAHA
7. Strategi pemasaran
8. Konten promosi digital
D. MEMBUKTIKAN HASIL
9. Catatan transaksi
10. Laporan omzet & keuntungan
11. Dokumentasi proses usaha
12. Video pitching
E. BELAJAR & BERKEMBANG
13. Refleksi & evaluasi
14. Rencana pengembangan usaha
Inti dari seluruh output: peserta tidak hanya membuat rencana bisnis di atas kertas, tetapi harus membuktikan bahwa Rp500.000 benar-benar digunakan untuk memulai usaha, menghasilkan penjualan, memperoleh pembelajaran, dan memiliki peluang untuk dikembangkan.
Alur sederhananya:
IDE → PRODUK → MODAL Rp500K → PROMOSI → PENJUALAN → OMZET → KEUNTUNGAN → EVALUASI → PENGEMBANGAN
Lomba KUS
PROMPT LOMBA KEWIRAUSAHAAN KUS SMA DOUBLE TRACK
Tema Lomba
“Membangun Usaha Pertama dengan Modal 500K”
1. Identitas Peserta
Peserta lomba adalah KUS (Kelompok Usaha Siswa) Program SMA Double Track yang terdiri dari 3–6 siswa dalam satu kelompok.
Setiap kelompok ditantang untuk membangun dan menjalankan usaha pertama dengan memanfaatkan modal maksimal Rp500.000.
2. Tantangan Utama
“Jika kalian hanya memiliki modal Rp500.000, usaha apa yang akan kalian bangun, bagaimana cara menjualnya, dan bagaimana membuat modal tersebut berkembang?”
Peserta harus menunjukkan bahwa keterbatasan modal bukan hambatan untuk memulai usaha.
Kreativitas, kemampuan membaca peluang, kerja sama tim, inovasi produk, strategi pemasaran, dan kemampuan mengelola keuangan menjadi bagian penting dalam penilaian.
3. TUGAS PESERTA
Setiap KUS diminta membuat dan menjalankan sebuah usaha nyata dengan ketentuan:
Modal awal maksimal Rp500.000
Anggota kelompok 3–6 siswa
Produk/jasa harus memiliki nilai jual
Usaha dapat berupa produk makanan, minuman, fashion, kecantikan, kerajinan, multimedia, jasa, digital product, maupun bidang lain yang relevan
Produk/jasa harus dibuat atau dikelola sendiri oleh peserta
Memiliki target konsumen yang jelas
Memiliki strategi pemasaran
Melakukan pencatatan modal, biaya, penjualan, dan keuntungan
Memanfaatkan media digital sebagai bagian dari strategi promosi
Menunjukkan proses usaha dari ide → produksi → pemasaran → penjualan → evaluasi
4. PROMPT PENGEMBANGAN IDE USAHA
Gunakan pertanyaan berikut untuk mengembangkan konsep usaha:
A. Menemukan Peluang
Masalah atau kebutuhan apa yang ingin kalian selesaikan?
Siapa calon konsumen utama kalian?
Mengapa konsumen membutuhkan produk/jasa tersebut?
Apa peluang usaha yang kalian lihat di lingkungan sekitar?
Mengapa peluang tersebut layak dijadikan usaha?
B. Menentukan Produk/Jasa
Apa nama usaha kalian?
Apa produk atau jasa yang ditawarkan?
Apa keunikan atau keunggulan produk kalian?
Apa yang membedakan produk kalian dari pesaing?
Mengapa konsumen harus memilih produk kalian?
C. Strategi Modal Rp500.000
Bagaimana kalian membagi modal Rp500.000?
Berapa biaya bahan baku?
Berapa biaya produksi?
Berapa biaya kemasan?
Berapa biaya pemasaran?
Apakah ada biaya operasional lainnya?
Bagaimana cara menghemat modal tanpa mengurangi kualitas?
D. Menentukan Harga dan Keuntungan
Berapa biaya produksi setiap produk?
Berapa harga jual?
Berapa keuntungan dari setiap produk?
Berapa produk yang harus terjual agar modal kembali?
Apa target omzet dan keuntungan kalian?
E. Strategi Pemasaran
Siapa target pasar utama?
Bagaimana cara mendapatkan pelanggan pertama?
Media apa yang akan digunakan untuk promosi?
Bagaimana memanfaatkan WhatsApp, Instagram, TikTok, marketplace, atau media digital lainnya?
Konten promosi apa yang akan dibuat?
Bagaimana strategi agar pelanggan melakukan pembelian ulang?
F. Pembagian Tugas Tim
Siapa yang bertanggung jawab atas produksi?
Siapa yang menangani pemasaran?
Siapa yang menangani keuangan?
Siapa yang menangani pelayanan dan penjualan?
Bagaimana cara seluruh anggota berkontribusi dalam usaha?
5. MISI LOMBA
Setiap KUS harus menyelesaikan 5 Misi Utama:
MISI 1 — FIND
Temukan peluang usaha.
Identifikasi masalah, kebutuhan, atau tren yang dapat dijadikan peluang bisnis.
MISI 2 — CREATE
Buat produk atau layanan.
Wujudkan ide menjadi produk/jasa yang benar-benar dapat ditawarkan kepada konsumen.
MISI 3 — SELL
Dapatkan pelanggan pertama.
Lakukan pemasaran dan penjualan secara nyata.
MISI 4 — GROW
Kembangkan modal.
Buktikan bahwa modal Rp500.000 dapat menghasilkan omzet dan keuntungan.
MISI 5 — PITCH
Presentasikan usaha.
Ceritakan perjalanan usaha, strategi, hasil, tantangan, dan rencana pengembangannya di hadapan juri.
6. OUTPUT YANG WAJIB DIHASILKAN
Setiap kelompok mengumpulkan:
Profil KUS
Nama dan identitas usaha
Deskripsi produk/jasa
Analisis target konsumen
Keunggulan dan inovasi produk
Rencana penggunaan modal Rp500.000
Strategi pemasaran
Konten promosi digital
Catatan transaksi usaha
Laporan omzet dan keuntungan
Dokumentasi proses usaha
Video pitching usaha
Refleksi dan evaluasi usaha
Rencana pengembangan usaha setelah lomba
7. FORMAT PRESENTASI / BUSINESS PITCH
Setiap KUS mempresentasikan usahanya dengan alur:
1. Masalah
Masalah atau kebutuhan apa yang ditemukan?
2. Peluang
Mengapa masalah tersebut menjadi peluang usaha?
3. Solusi
Produk/jasa apa yang ditawarkan?
4. Target Pasar
Siapa konsumen yang dituju?
5. Produk
Apa keunggulan dan inovasinya?
6. Modal Rp500K
Bagaimana modal digunakan?
7. Marketing
Bagaimana cara mendapatkan pelanggan?
8. Sales
Berapa produk terjual dan berapa omzet yang diperoleh?
9. Profit
Berapa keuntungan yang dihasilkan?
10. Learning
Apa yang dipelajari selama menjalankan usaha?
11. Future
Bagaimana usaha akan dikembangkan setelah lomba?
8. KOMPONEN PENILAIAN
| Komponen | Bobot |
|---|---|
| Ide dan peluang usaha | 15% |
| Kreativitas & inovasi | 15% |
| Pemanfaatan modal Rp500K | 15% |
| Kualitas produk/jasa | 15% |
| Strategi pemasaran & digital marketing | 15% |
| Realisasi penjualan & keuntungan | 15% |
| Kerja sama tim & presentasi | 10% |
| Total | 100% |
9. KRITERIA USAHA YANG DIHARAPKAN
Usaha yang diikutkan dalam lomba diharapkan:
REAL
Benar-benar dibuat dan dijalankan oleh siswa.
KREATIF
Memiliki ide atau pendekatan yang menarik.
INOVATIF
Memiliki pembeda dibandingkan produk sejenis.
PROFITABLE
Memiliki potensi menghasilkan keuntungan.
DIGITAL
Memanfaatkan teknologi dan media digital.
SUSTAINABLE
Memiliki peluang untuk dilanjutkan setelah lomba.
IMPACTFUL
Memberikan manfaat bagi konsumen, lingkungan, atau masyarakat.
10. PERTANYAAN FINAL UNTUK PESERTA
Sebelum mengikuti lomba, setiap KUS harus mampu menjawab:
“Dengan modal hanya Rp500.000, apa yang bisa kalian ciptakan, siapa yang mau membeli, berapa keuntungan yang bisa kalian hasilkan, dan bagaimana kalian akan mengembangkan usaha tersebut menjadi bisnis yang lebih besar?”
Prinsip Utama Lomba
Bukan siapa yang memiliki modal paling besar yang menang.
Tetapi siapa yang paling kreatif mengubah modal kecil menjadi peluang, penjualan, keuntungan, dan pengalaman bisnis nyata.
Tagline
“Modal Kecil, Ide Besar, Usaha Nyata!”




















