DT PLUSK - PKK PKW

 


















Program PKK (Pendidikan Kecakapan Kerja) adalah program bantuan pemerintah yang bertujuan memberikan layanan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada masyarakat agar memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan dunia kerja. Program ini umumnya diselenggarakan oleh lembaga kursus dan pelatihan (LKP), sanggar kegiatan belajar, maupun lembaga pendidikan nonformal lainnya yang bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.

Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan peserta memperoleh sertifikat kompetensi dan memiliki peluang untuk bekerja atau terserap di dunia kerja setelah menyelesaikan pelatihan.


Karakteristik Program PKK

Program PKK dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja yang:

  • Memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.
  • Kompeten pada bidang pekerjaan tertentu.
  • Memiliki sertifikat kompetensi yang diakui.
  • Siap bekerja setelah lulus pelatihan.
  • Mendapatkan akses penempatan kerja melalui kerja sama dengan dunia kerja.

Prinsip Penyelenggaraan Program PKK

1. Berorientasi pada Kebutuhan Dunia Kerja

Pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan industri saat ini.

Contoh:

  • Desain Grafis
  • Digital Marketing
  • Web Programming
  • Tata Boga
  • Tata Busana
  • Teknik Sepeda Motor
  • Administrasi Perkantoran
  • Content Creator

2. Bekerja Sama dengan Dunia Kerja

Lembaga penyelenggara wajib menjalin kemitraan dengan perusahaan, industri, UMKM, atau dunia usaha.

Bentuk kerja sama:

  • Penyusunan kurikulum
  • Praktik kerja lapangan
  • Magang
  • Rekrutmen lulusan
  • Penempatan kerja

3. Wajib Mengikuti Uji Kompetensi

Setiap peserta harus mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi yang berwenang.

Tujuan:

  • Mengukur kemampuan peserta.
  • Memberikan pengakuan kompetensi secara resmi.
  • Meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.

Output:

  • Sertifikat Kompetensi.

4. Lulusan Terserap di Dunia Kerja

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang lulus, tetapi juga dari jumlah lulusan yang bekerja.

Bentuk penyerapan:

  • Bekerja di perusahaan.
  • Bekerja pada UMKM.
  • Menjadi tenaga profesional.
  • Menjadi pekerja mandiri sesuai bidang keterampilannya.

Tujuan Program PKK

a. Mendidik dan Melatih Peserta Didik dengan Keterampilan yang Selaras dengan Kebutuhan Dunia Kerja

Peserta memperoleh keterampilan praktis yang langsung dapat digunakan untuk bekerja.

Contoh:

  • Operator Komputer
  • Desainer Grafis
  • Teknisi Komputer
  • Barista
  • Juru Las
  • Digital Marketing Specialist

b. Memastikan Peserta Didik Mengikuti Uji Kompetensi

Setiap peserta memperoleh kesempatan untuk membuktikan kompetensinya melalui proses sertifikasi.

Manfaat:

  • Bukti kemampuan yang terstandar.
  • Meningkatkan kepercayaan perusahaan terhadap lulusan.

c. Mendorong Penyerapan Kerja Peserta Didik melalui Kerja Sama dengan Dunia Kerja

Lembaga penyelenggara harus memiliki mitra industri yang siap menerima lulusan.

Indikator keberhasilan:

  • Persentase lulusan bekerja.
  • Jumlah kerja sama industri.
  • Jumlah peserta yang memperoleh sertifikat kompetensi.

Alur Pelaksanaan Program PKK

Rekrutmen Peserta


Pelatihan Keterampilan


Praktik/Magang


Uji Kompetensi


Sertifikasi Kompetensi


Penempatan Kerja


Monitoring Penyerapan Kerja

Indikator Keberhasilan Program PKK

IndikatorTarget
Peserta mengikuti pelatihan100%
Peserta menyelesaikan pelatihanTinggi
Peserta mengikuti uji kompetensi100%
Peserta lulus sertifikasiSesuai standar kompetensi
Lulusan bekerjaMenjadi indikator utama
Kerja sama industriAktif dan berkelanjutan

Manfaat Program PKK

Bagi Peserta

  • Memiliki keterampilan kerja.
  • Mendapat sertifikat kompetensi.
  • Meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan.
  • Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Bagi Dunia Kerja

  • Mendapat tenaga kerja yang siap pakai.
  • Mengurangi biaya pelatihan awal karyawan.

Bagi Pemerintah

  • Mengurangi angka pengangguran.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
  • Mendukung pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan.

Kesimpulan

Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) merupakan bantuan pemerintah yang berfokus pada peningkatan keterampilan kerja masyarakat melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja. Keberhasilan program diukur dari kemampuan lembaga menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan terserap di dunia kerja melalui kemitraan yang kuat dengan dunia usaha dan dunia industri.





https://drive.google.com/file/d/1z9yPUQygijjtf-2V04vO3BN0th93zxA4/view?usp=drive_link





Program PKW (Pendidikan Kecakapan Wirausaha)

Bantuan Pemerintah Program PKW (Pendidikan Kecakapan Wirausaha) adalah layanan pendidikan kursus keterampilan yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, sikap, dan mental kewirausahaan kepada peserta didik. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kemampuan kreatif, inovatif, serta mengembangkan potensi diri peserta sebagai bekal untuk berwirausaha dengan pendampingan dari lembaga penyelenggara dan mitra usaha.


Prinsip Penyelenggaraan Program PKW

1. Berorientasi pada Pengembangan Kewirausahaan

Program PKW berfokus pada pengembangan kemampuan berwirausaha serta menghasilkan barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

2. Bermitra dengan UMKM

Penyelenggaraan program dilakukan melalui kerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mitra pembelajaran dan pengembangan usaha.

3. Memanfaatkan Lembaga Permodalan dan Media Pemasaran Digital

Peserta didik diperkenalkan dan diarahkan untuk memanfaatkan akses permodalan serta platform pemasaran digital guna mendukung pengembangan usahanya.

4. Merintis Usaha dengan Pendampingan

Peserta didik didorong untuk memulai usaha yang didampingi oleh lembaga penyelenggara dan mitra usaha agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.


Tujuan Program PKW

a. Membekali Kompetensi Kewirausahaan

Memberikan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan mental kewirausahaan kepada peserta didik melalui kegiatan kursus dan pelatihan.

b. Memfasilitasi Perintisan Usaha

Membantu peserta didik merintis usaha mandiri dengan bimbingan dan pendampingan dari lembaga penyelenggara dan mitra usaha.


Tipe Bantuan Program PKW

Program PKW terbagi menjadi 3 (tiga) tipe bantuan, yaitu:

TipeKategori
Tipe APlatinum
Tipe BGold
Tipe CSilver

Hasil yang Diharapkan

1. Peningkatan Kompetensi Wirausaha

Peserta didik memperoleh:

  • Pengetahuan kewirausahaan
  • Keterampilan usaha
  • Sikap kewirausahaan
  • Mental wirausaha

2. Terbentuknya Usaha Baru

Peserta didik mampu merintis usaha secara mandiri dengan pendampingan dari lembaga penyelenggara dan mitra usaha.


Alur Pelaksanaan Program PKW

Rekrutmen Peserta


Pelatihan Kewirausahaan


Produksi Barang/Jasa


Pendampingan Usaha


Akses Permodalan


Pemasaran Digital


Perintisan Usaha Mandiri

Indikator Keberhasilan Program PKW

  • Peserta menyelesaikan pelatihan kewirausahaan.
  • Peserta memiliki produk atau jasa yang siap dipasarkan.
  • Peserta mampu memanfaatkan pemasaran digital.
  • Peserta memperoleh akses pendampingan usaha.
  • Peserta berhasil merintis usaha mandiri.
  • Terjalin kemitraan aktif dengan UMKM dan dunia usaha.

Manfaat Program PKW

Bagi Peserta

  • Memiliki kompetensi kewirausahaan.
  • Meningkatkan kreativitas dan inovasi.
  • Memiliki usaha mandiri.
  • Meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi.

Bagi UMKM Mitra

  • Mendapatkan calon wirausaha baru.
  • Memperluas jaringan usaha.
  • Mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Bagi Pemerintah

  • Mengurangi pengangguran.
  • Menciptakan wirausaha baru.
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
  • Mendukung penguatan UMKM nasional.

Slogan Program PKW

"Belajar Berwirausaha Hari Ini, Menjadi Pengusaha Sukses di Masa Depan."

Silabus Desain Grafis

 




Silabus Pelatihan Intermediate Junior Graphic Designer

Digital Talent Scholarship (DTS) 2026 – Kementerian Komunikasi dan Digital RI

Informasi Pelatihan

KomponenKeterangan
AkademiTalenta Digital
Mitra PelatihanSwakelola
Tema PelatihanIntermediate Junior Graphic Designer
Durasi9 JP (1 JP = 45 menit)
SertifikasiCertificate of Completion DTS Komdigi dan Sertifikat Kompetensi BNSP Junior Graphic Designer (Opsional)
MetodeOnline (Self-Paced Learning) melalui LMS Komdigi

Deskripsi Pelatihan

Pelatihan ini merupakan lanjutan dari materi desain grafis yang berfokus pada proses perancangan komunikasi visual mulai dari pengembangan konsep hingga produksi akhir. Peserta mempelajari analisis design brief, prinsip desain (komposisi, tipografi, warna), desain kemasan, desain media sosial, optimasi aset digital, penggunaan AI Generatif (AIGC), serta perlindungan kekayaan intelektual.

Output Pelatihan

Peserta mampu menjadi Junior Graphic Designer yang:

  • Menguasai prinsip desain visual modern.
  • Mampu membuat desain untuk media cetak dan digital.
  • Memanfaatkan AI sebagai alat kolaborasi kreatif.
  • Memahami aspek legalitas dan hak kekayaan intelektual.
  • Siap menghadapi kebutuhan industri kreatif masa depan.

Struktur Kurikulum

NoModulJP
1Membuat Materi Siap Tayang/Produksi3 JP
2Mempresentasikan Karya Desain4 JP
3Menerapkan Perlindungan Kekayaan Intelektual2 JP
Total9 JP

Modul 1 – Membuat Materi Siap Tayang/Produksi

Durasi: 3 JP
Rasio Praktik : Teori = 65 : 35

Topik

1. Merancang Dokumen Akhir Siap Produksi/Tayang

Peserta mempelajari:

  • Teknik finalisasi desain.
  • Standar industri percetakan.
  • Persiapan file produksi.

2. Memastikan Spesifikasi dan Kualitas Materi

Materi meliputi:

  • Bleed dan Crop Marks.
  • Spot Color dan Pantone.
  • Mode warna CMYK.
  • Optimasi WebP dan AVIF.
  • SVG Export.
  • PDF Interaktif.
  • Optimasi performa aset digital.

Outcome

Peserta mampu:

  • Menyiapkan dokumen siap cetak.
  • Menyiapkan aset siap publikasi digital.
  • Memastikan kualitas dan spesifikasi teknis desain.

Studi Kasus

Kampanye produk ramah lingkungan "Green Life":

  • Menyiapkan brosur untuk percetakan.
  • Menyiapkan banner website.
  • Melakukan ekspor dan finalisasi file untuk media cetak dan digital.

Modul 2 – Mempresentasikan Karya Desain

Durasi: 4 JP
Rasio Praktik : Teori = 75 : 25

Topik

1. Mengidentifikasi Elemen Komunikasi

  • Audiens
  • Pesan
  • Media
  • Tujuan komunikasi

2. Prinsip Komposisi Visual

  • Hierarki Visual
  • Grid System
  • Keseimbangan
  • Kontras
  • Tipografi

3. Menjelaskan Alur Kerja Desain

  • Design Brief
  • Konsep
  • Produksi
  • Revisi
  • Finalisasi

4. Menampilkan Hasil Karya

  • Mockup
  • Prototype
  • Presentasi profesional
  • Storytelling desain

Outcome

Peserta mampu:

  • Menjelaskan konsep desain secara profesional.
  • Menyampaikan alasan desain kepada klien.
  • Membuat presentasi desain yang meyakinkan.

Studi Kasus

Presentasi desain kemasan premium "Chocokologi":

  • Menggunakan ilustrasi AI dan desain manual.
  • Menjawab pertanyaan klien mengenai:
    • Nilai desain berbasis AI.
    • Hak cipta aset AI.
    • Profesionalisme desainer.

Modul 3 – Menerapkan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Durasi: 2 JP
Rasio Praktik : Teori = 50 : 50

Topik

1. Menyiapkan Persyaratan Perlindungan KI

Peserta mempelajari:

  • Hak Cipta (Copyright)
  • Merek Dagang (Trademark)
  • Lisensi Font
  • Lisensi Foto
  • Creative Commons

2. Mengaplikasikan Perlindungan KI

  • Pendaftaran Hak Cipta
  • Pendaftaran Merek
  • Pengalihan Hak
  • Lisensi Karya
  • Audit Legalitas Desain

Outcome

Peserta mampu:

  • Melindungi karya desain secara legal.
  • Menghindari pelanggaran hak cipta.
  • Memberikan konsultasi dasar terkait legalitas desain.

Studi Kasus

Audit legalitas merek "KRIPIK KING"

Analisis terhadap:

  • Penggunaan nama merek.
  • Maskot yang dibuat menggunakan Midjourney.
  • Penggunaan font Disney yang diunduh dari internet.
  • Risiko hukum dan solusi yang direkomendasikan.

Kompetensi yang Dicapai

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mampu:

✅ Membuat materi siap tayang dan siap produksi.
✅ Melakukan ekspor dan optimasi aset desain.
✅ Mempresentasikan karya desain kepada klien.
✅ Memanfaatkan AI Generatif secara etis dan profesional.
✅ Melindungi karya melalui hak kekayaan intelektual.
✅ Menjadi Junior Graphic Designer yang siap kerja di industri kreatif digital.

Total Durasi Pelatihan: 9 JP (405 menit)





FIKSI - 2026

Poster Double Track

 


Buatkan poster acara. Gunakan gambar logo terupload.  Isi materi acara

Pembinaan Kewirausahaan untuk Kelompok Usaha Siswa (KUS)


Dalam rangka meningkatkan kompetensi kewirausahaan dan kemampuan pemasaran digital siswa SMA Double Track, kami mengundang Bapak/Ibu Guru Pendamping serta seluruh peserta Kelompok Usaha Siswa (KUS) untuk mengikuti webinar:


Tema

_"Digital Marketing Praktis untuk Meningkatkan Penjualan Produk Kelompok Usaha Siswa (KUS)"_


Narasumber: Ridwan Virgantara (Owner Elsa Mukena)

Hari/Tanggal: Sabtu, 06 Juni 2026

Waktu Pelaksanaan: 09.00 – 11.00 WIB

Link Zoom: https://intip.in/PraktekkewirausahaanDT


Tujuan Kegiatan

1. Memahami konsep dasar digital marketing.

2. Membuat konten promosi yang menarik.

3. Menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran.

4. Membuat akun bisnis sederhana.

5. Menyusun rencana promosi digital untuk usaha kelompok.


Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan terima kasih.


Panitia Program SMA Double Track