Pengantin Berhijab
Kecantikan Rambut
Merias Wajah Panggung
https://drive.google.com/drive/folders/1tnZ_xzknAZwdBetHpks41lk0ZIVVvYSz
Bertindaklah sebagai Konsultan Kurikulum dan Desainer Instruksional berpengalaman.
Saya ingin menyusun Modul Ajar untuk mata pelajaran Informatika, fase E (kelas 10 SMK), materi "Pemanfaatan AI Generatif dalam Pembelajaran". Waktu alokasi 2 JP (2 × 45 menit).
Buka canvas dan susun Modul Ajar lengkap yang interaktif dan berbasis student-centered.
Strukturkan dokumen di Canvas menjadi bagian-bagian berikut:
Informasi Umum (Identitas, Profil Pelajar Pancasila yang relevan, Sarana/Prasarana).
Capaian & Tujuan Pembelajaran (Gunakan kata kerja operasional terukur).
Langkah Pembelajaran (Tampilkan dalam Tabel: Tahapan, Aktivitas Siswa, Aktivitas Guru, Alokasi Waktu).
Asesmen (Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif lengkap dengan rubrik penilaian skala 4).
Lampiran Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ringkas.
Gunakan bahasa Indonesia formal standar pedagogik. Hindari penjelasan yang terlalu teoritis; perbanyak instruksi praktik langsung di kelas.
Rambut
PROMPT PENYUSUNAN MODUL AJAR KECANTIKAN RAMBUT
Bertindaklah sebagai Konsultan Kurikulum, Guru Kejuruan Tata Kecantikan, dan Desainer Instruksional yang berpengalaman dalam menyusun modul ajar SMK berbasis Kurikulum Merdeka, pembelajaran berbasis kompetensi, praktik kerja, dan pendekatan student-centered learning.
Saya ingin menyusun Modul Ajar untuk mata pelajaran Kejuruan Kecantikan Rambut pada SMK Program Keahlian Tata Kecantikan, dengan materi pembelajaran “[TULISKAN TOPIK/MATERI KECANTIKAN RAMBUT]” untuk kelas [TULISKAN KELAS/FASE]. Alokasi waktu pembelajaran adalah [TULISKAN ALOKASI WAKTU].
Buka Canvas atau ruang kerja dokumen yang tersedia, lalu susun Modul Ajar lengkap, sistematis, interaktif, berorientasi pada kompetensi, dan berbasis praktik langsung di kelas atau laboratorium kecantikan.
Strukturkan dokumen menjadi bagian-bagian berikut.
1. Informasi Umum
Cantumkan:
Identitas modul: satuan pendidikan, program keahlian, konsentrasi keahlian, mata pelajaran, kelas/fase, materi pokok, dan alokasi waktu.
Karakteristik dan kesiapan awal peserta didik.
Dimensi Profil Lulusan yang relevan dengan pembelajaran.
Kompetensi awal yang harus dikuasai peserta didik.
Sarana dan prasarana, termasuk peralatan, bahan kosmetik rambut, kepala manekin atau model praktik, cermin, dan perlengkapan sanitasi.
Target peserta didik.
Model, metode, dan pendekatan pembelajaran.
Penerapan budaya kerja industri, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sanitasi, higiene, serta etika pelayanan pelanggan.
2. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Susun capaian dan tujuan pembelajaran yang relevan dengan kurikulum dan fase yang dipilih.
Gunakan kata kerja operasional yang terukur, misalnya:
Mengidentifikasi fungsi alat dan kosmetik rambut.
Menjelaskan prosedur sanitasi dan keselamatan kerja.
Memilih alat dan bahan sesuai kebutuhan perawatan atau penataan rambut.
Mempraktikkan prosedur kerja sesuai urutan yang benar.
Menghasilkan karya atau hasil praktik sesuai kriteria mutu.
Mengevaluasi hasil praktik berdasarkan rubrik penilaian.
Pastikan tujuan pembelajaran mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional. Sesuaikan indikator kompetensi dengan topik yang dipilih, bukan sekadar mencantumkan seluruh contoh tersebut.
3. Langkah-Langkah Pembelajaran
Tampilkan langkah pembelajaran dalam tabel dengan kolom:
Tahapan Pembelajaran | Aktivitas Peserta Didik | Aktivitas Guru | Alokasi Waktu | Hasil yang Diharapkan.
Susun kegiatan secara runtut:
Pendahuluan: apersepsi, motivasi, penyampaian tujuan, dan pengaitan dengan kebutuhan industri kecantikan.
Asesmen diagnostik: identifikasi pengetahuan awal dan kesiapan praktik.
Eksplorasi: pengamatan alat, bahan, contoh hasil kerja, atau demonstrasi teknik.
Praktik terbimbing: peserta didik mencoba prosedur dengan arahan guru.
Praktik mandiri atau kolaboratif: peserta didik menyelesaikan tugas praktik berdasarkan LKPD.
Presentasi dan umpan balik: peserta didik menunjukkan hasil kerja dan menerima masukan.
Refleksi dan penutup: evaluasi proses, penguatan K3, dan tindak lanjut pembelajaran.
Sesuaikan tahapan, kegiatan, dan pembagian waktu dengan alokasi waktu yang ditentukan. Jumlah seluruh alokasi waktu harus tepat sesuai durasi pembelajaran.
Utamakan kegiatan praktik peserta didik, demonstrasi singkat, diskusi kelompok, pemecahan masalah, penilaian antarteman, dan refleksi. Hindari pembelajaran yang didominasi ceramah.
4. Asesmen Pembelajaran
Rancang asesmen yang mencakup:
A. Asesmen Diagnostik
Pertanyaan singkat untuk mengukur pengetahuan awal.
Identifikasi pengalaman praktik dan kesiapan menggunakan alat.
Pemeriksaan pemahaman dasar tentang sanitasi, higiene, dan K3.
B. Asesmen Formatif
Observasi proses kerja peserta didik.
Pemeriksaan ketepatan penggunaan alat dan kosmetik.
Umpan balik selama praktik.
Penilaian kedisiplinan, kerja sama, kebersihan, dan kepatuhan terhadap SOP.
C. Asesmen Sumatif
Tugas praktik yang sesuai dengan materi pembelajaran.
Penilaian hasil kerja berdasarkan standar kompetensi.
Pertanyaan lisan atau tertulis untuk menguji pemahaman prosedur dan alasan pemilihan teknik.
Buat rubrik penilaian menggunakan skala 1–4, dengan deskripsi yang jelas untuk setiap tingkat:
Skor 4: sangat kompeten.
Skor 3: kompeten.
Skor 2: mulai berkembang dan masih memerlukan bimbingan.
Skor 1: belum kompeten.
Indikator rubrik harus disesuaikan dengan materi praktik, misalnya persiapan area kerja, pemilihan alat dan bahan, ketepatan prosedur, keterampilan teknik, kualitas hasil, sanitasi, K3, dan sikap profesional.
Sertakan bobot penilaian, rumus perhitungan nilai akhir, kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, serta tindak lanjut berupa remedial dan pengayaan. Tentukan bobot dan kriteria secara proporsional serta jelaskan asumsi yang digunakan.
5. Lampiran Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Buat LKPD ringkas yang siap digunakan dalam kegiatan praktik, dengan komponen:
Judul dan identitas peserta didik.
Tujuan praktik.
Alat, bahan, dan kosmetik yang diperlukan.
Persiapan area kerja dan pemeriksaan K3.
Langkah kerja yang harus diikuti.
Tabel observasi atau checklist pelaksanaan praktik.
Kolom dokumentasi atau deskripsi hasil kerja.
Pertanyaan refleksi.
Penilaian mandiri dan umpan balik teman.
Checklist kebersihan serta pengembalian alat setelah praktik.
Pastikan LKPD mendorong peserta didik bekerja aktif, mengikuti SOP, mencatat hasil, dan mengevaluasi kualitas pekerjaannya sendiri.
Ketentuan Penyusunan
Gunakan bahasa Indonesia formal sesuai kaidah pedagogik dan pembelajaran kejuruan.
Gunakan format yang rapi, konsisten, dan mudah dipindahkan ke dokumen Word.
Perbanyak instruksi praktik langsung, contoh konkret, checklist, dan tabel; hindari penjelasan teoritis yang terlalu panjang.
Terapkan pembelajaran berpusat pada peserta didik dan berorientasi pada kompetensi kerja industri kecantikan.
Integrasikan budaya kerja profesional, komunikasi, tanggung jawab, sanitasi, higiene, serta K3.
Pastikan seluruh kegiatan, tujuan, LKPD, dan asesmen saling selaras.
Jangan mengarang kode capaian pembelajaran atau standar kompetensi resmi. Jika dokumen kurikulum acuan belum tersedia, nyatakan bahwa rumusan perlu diverifikasi terhadap dokumen yang berlaku.
Jika terdapat informasi penting yang belum ditentukan, gunakan asumsi yang wajar dan tuliskan asumsi tersebut secara eksplisit.
Hasil akhir harus berupa Modul Ajar lengkap yang siap ditinjau, disesuaikan dengan kondisi sekolah, dan digunakan oleh guru dalam pembelajaran teori maupun praktik Kecantikan Rambut.











