Press Release

 








6 Program Kerja Prioritas Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan

1. Kampung Nelayan Merah Putih

  • 100 KNMP siap beroperasi penuh pada tahun 2026.

  • 1.269 KNMP dalam proses pembangunan di tahun 2026.

  • 719 ton ikan senilai Rp18,77 miliar telah dikirim pada uji coba tahap I.

  • KNMP berpotensi meningkatkan produksi ikan tangkap mencapai 10–30% dan menciptakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4–16,2% di tiap KNMP.

2. Revitalisasi Tambak Pantura Jawa

  • Merevitalisasi ±14.090 ha kawasan tambak di Jawa Barat hingga 2028.

  • Memulihkan ekosistem lingkungan, merevitalisasi tambak nonproduktif, dan meningkatkan produksi perikanan.

3. Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi

  • Membangun ±2.000 ha kawasan Tambak Budi Daya Udang Terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur, NTT.

  • Target produksi ±52.000 ton udang/tahun.

  • Potensi nilai produksi ±USD 240 juta/tahun (±Rp4 triliun/tahun).

  • Potensi penyerapan ±7.000 tenaga kerja.

4. Budi Daya Ikan Tematik Berbasis Desa

  • 100 desa telah dikembangkan pada 2025 dan berhasil memenuhi kebutuhan ikan di daerah serta mendukung pasokan SPPG.

  • 2.000 titik ditargetkan dibangun pada 2026.

5. Swasembada Garam Nasional

  • Ekstensifikasi tambak garam di Rote Ndao, NTT: Tahap I → 616 ha selesai dibangun. Tahap II → 751 ha (penyiapan lahan).

  • Intensifikasi: pengembangan sentra garam nasional di 4 lokasi (Indramayu, Cirebon, Pati, Sabu Raijua).

  • Target kualitas garam: >97% NaCl.

6. Modernisasi Kapal Perikanan

  • Modernisasi 4.582 unit kapal perikanan hingga 2029.

  • Proyeksi produksi perikanan tangkap mencapai 2,3 juta ton/tahun.

  • Pengembangan kawasan pelabuhan yang modern dan terintegrasi (Integrated Fishing Ports).

Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

1. Wilayah terdampak

Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Pelaku usaha kelautan dan perikanan terdampak

  • 2.742 nelayan.

  • 16.023 pembudidaya ikan.

  • 364 unit pengolah ikan.

  • 1.095 petambak garam.

2. Sarana prasarana usaha kelautan dan perikanan terdampak

  • 2.401 sarana penangkapan ikan.

  • 31.248 ha lahan tambak/kolam dan prasarana pendukung.

  • 2.053 unit keramba.

  • 6 kabupaten/kota kawasan tambak garam.

3. Capaian gerak nyata rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatra hingga Oktober 2026

  • 5.729,33 ha tambak dan kolam budi daya ikan beroperasi kembali.

  • Nelayan dapat kembali melaut dengan bantuan 129 unit mesin kapal penangkap ikan dan 302 paket alat penangkap ikan.

  • Peningkatan produktivitas usaha pengolahan ikan dengan bantuan 366 unit coolbox dan paket peralatan pengolahan.

  • Rehabilitasi 506 dapur perebusan garam tersebar di 5 kabupaten di Aceh.

  • Percepatan pemulihan dengan 12 unit excavator.