DOUBLE TRACK: Menjahit Mimpi, Menempa Masa Depan
Ketika Sekolah Tak Lagi Hanya Mengajar, tetapi Juga Mempersiapkan Kehidupan
Oleh Redaksi
Di sebuah ruang praktik tata boga di sebuah SMA di Jawa Timur, aroma roti yang baru keluar dari oven memenuhi ruangan. Di sudut lain, beberapa siswa serius mengedit video promosi menggunakan perangkat multimedia. Tidak jauh dari sana, suara mesin kendaraan terdengar dari bengkel praktik, sementara sekelompok siswa lain sedang merancang rangkaian elektronika.
Pemandangan itu bukan berada di sebuah sekolah kejuruan (SMK), melainkan di Sekolah Menengah Atas (SMA).
Inilah wajah Program Double Track, sebuah inovasi pendidikan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Program ini lahir dari sebuah keyakinan sederhana namun kuat: setiap siswa berhak memiliki bekal keterampilan untuk menghadapi kehidupan, apa pun pilihan masa depannya.
Pendidikan yang Menjawab Tantangan Zaman
Selama bertahun-tahun, SMA dikenal sebagai jalur pendidikan yang mengantarkan siswa menuju perguruan tinggi. Namun realitas menunjukkan tidak semua lulusan memiliki kesempatan untuk langsung melanjutkan pendidikan tinggi.
Sebagian memilih bekerja.
Sebagian lainnya membangun usaha.
Sebagian masih mencari arah.
Di tengah tantangan tersebut, Program Double Track hadir sebagai solusi. Program ini memberikan keterampilan vokasi, jiwa kewirausahaan, dan penguatan karakter kepada siswa SMA tanpa mengubah kurikulum utama sekolah.
Dengan demikian, lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.
Kolaborasi yang Melahirkan Inovasi
Keberhasilan Double Track tidak lepas dari sinergi dua institusi besar.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berperan dalam merancang kebijakan, memperluas implementasi program, serta memastikan akses pendidikan keterampilan bagi siswa SMA di seluruh Jawa Timur.
Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan dukungan akademik, pengembangan kurikulum, pelatihan instruktur, pemanfaatan teknologi digital, hingga sistem monitoring dan evaluasi program.
Kolaborasi tersebut menghasilkan model pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja.
Belajar dengan Cara Berbeda
Double Track menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia nyata.
Pendekatan pembelajaran dilakukan melalui berbagai metode, antara lain:
- Project Based Learning, di mana siswa menyelesaikan proyek nyata.
- Teaching Factory, yang mensimulasikan proses kerja layaknya industri.
- Work Based Learning, melalui praktik sesuai standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
- Pendampingan kewirausahaan, agar siswa mampu membangun usaha sejak dini.
- Penguatan soft skills, seperti komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, kreativitas, dan etika kerja.
Model ini membuat proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi pengalaman yang membangun kompetensi sekaligus kepercayaan diri.
Dari Hobi Menjadi Peluang
Banyak kisah lahir dari Program Double Track.
Ada siswa yang awalnya hanya menyukai memasak, kemudian mampu menerima pesanan katering dari lingkungan sekitar.
Ada yang mengembangkan usaha desain digital setelah menguasai multimedia.
Ada pula yang membuka jasa servis elektronik, tata rias, maupun konveksi sebelum lulus sekolah.
Double Track mengubah keterampilan menjadi peluang ekonomi.
Lebih dari sekadar belajar membuat produk, siswa diajarkan memahami kebutuhan pelanggan, menghitung biaya produksi, membangun merek, memasarkan produk secara digital, hingga mengelola usaha secara profesional.
Bidang Keterampilan yang Beragam
Program ini menghadirkan berbagai bidang kompetensi yang dapat dipilih sesuai minat siswa, antara lain:
- Tata Boga
- Tata Busana
- Tata Rias Kecantikan
- Multimedia
- Teknik Kendaraan Ringan
- Elektronika
- dan berbagai bidang keterampilan lainnya yang terus berkembang sesuai kebutuhan industri.
Keberagaman tersebut memberikan ruang bagi setiap siswa untuk menemukan potensi terbaiknya.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha
Salah satu kekuatan utama Double Track adalah membangun pola pikir kewirausahaan.
Siswa tidak hanya diajarkan menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga belajar:
- membaca peluang pasar,
- menyusun strategi pemasaran,
- membangun identitas merek,
- memanfaatkan media digital,
- hingga mengelola keuangan usaha.
Pendekatan ini melahirkan lulusan yang lebih adaptif, kreatif, dan berani menciptakan lapangan pekerjaan.
Ekosistem yang Terus Berkembang
Seiring waktu, Program Double Track berkembang menjadi sebuah ekosistem pembelajaran yang melibatkan berbagai pihak.
Sekolah menjadi pusat pengembangan kompetensi.
Perguruan tinggi menjadi pusat inovasi.
Dunia usaha dan dunia industri menjadi mitra pembelajaran.
Pemerintah menjadi fasilitator.
Sementara siswa menjadi aktor utama yang terus bertumbuh.
Kolaborasi tersebut menciptakan hubungan yang saling menguatkan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Investasi Terbaik untuk Masa Depan
Di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, keterampilan menjadi salah satu aset terpenting bagi generasi muda.
Double Track menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak lulusan, tetapi juga membangun manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Program ini membuktikan bahwa ketika pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dan dunia industri berjalan bersama, pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap berkarya, berwirausaha, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari banyaknya ijazah yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar dampak yang mampu diciptakan oleh setiap lulusan.
Double Track bukan sekadar program keterampilan. Ia adalah perjalanan yang mengubah potensi menjadi prestasi, mimpi menjadi karya, dan pembelajaran menjadi masa depan.


